Mengenal Lebih Dekat tentang Soilless Culture

Apa sesungguhnya budidaya soilless culture?

Soilless culture dapat diartikan budidaya tanaman tanpa tanah, kita lebih mengenalnya dengan nama Hidroponik. Kata hidroponik berasal dari bahasa Yunani yaitu Hyrdro yang berarti air dan Phonos yang artinya daya/kerja. Jadi lebih jelasnya hidroponik merupakan budidaya tanaman yang menggunakan air sebagai media tanamnya dengan cara menekankan pemenuhan nutrisi bagi tanaman. Budidaya tanaman dengan cara ini dirasa lebih efisien dan cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air terbatas. Latar belakang adanya hidroponik itu sendiri adalah pola berpikir masyarakat dimana setiap tanaman akan tetap tumbuh apabila mendapatkan nutrisi yang cukup. Konteks ini merujuk pada fungsi tanah yakni untuk menyangga tanaman dan air sebagai pelarut nutrisi. Maka lahirlah teknik bertanam hidroponik.

Dalam rangka kegiatan masa bakti AM 27 Sispala Bhuana Yasa, kami diberi kesempatan untuk membuat budidaya hidroponik di sekolah. Tempatnya berada diantara wall dan sekretariat BY. Kami membuat hidroponik dengan teknik NFT (Nutrient Film Technique) yakni metode budidaya tanaman dengan akar tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersikulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi dan oksigen. Kami menggunakan rockwool sebagai media tanam. Rokwool terbuat dari bebatuan yang umumnya kombinasi dar batuan basalt, batu kapur, batu bara yang dipanaskan mencapai suhu 1.600 derajat celcius sehingga meleleh seperti lava. Batuan batuan tersebut disentrifugal membentuk serat serat yang nantinya akan menjadi media tanam. Dalam kesempatan ini kami membudidayakan tanaman kangkung dan bayam.

Akan tetapi menanam tanaman dengan cara ini tidaklah selalu mudah. Ada beberapa syarat utama agar tanaman dapat tumbuh subur, antara lain :

  1. Mendapatkan cahaya yang cukup kurang lebih 5 jam dalam sehari.
  2. Suhu tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas, dari 18 – 28 derajat celcius.
  3. Memberikan pembasmi hama (disarankan organik)
  4. Memenuhi kebutuhan nutrisi yakni nutrisi mikro dan makro menggunakan mix AB.

Dalam membudidayakan tanaman dengan cara hidroponik, kita harus rajin mengecek keadaan airnya apa masih memenuhi nutrisi atau belum. Setiap harinya kadar ph dan ppm (kepekatan) air harus sesuai, jangan terlalu asam ataupun jangan sampai terlalu pekat. Hal ini akan sangat berpengaruh pada kesuburan tanaman.

Terlepas dari itu semua, budidaya tanaman dengan cara ini juga memberikan banyak keuntungan, diantaranya :

  1. Tidak memerlukan tanah
  2. Tidak menghasilkan polusi nutrisi
  3. Memberikan hasil yang lebih banyak
  4. Mudah dalam memanen hasil
  5. Steril dan bersih
  6. Media tanam dapat digunakan berulang kali
  7. Tanaman dapat tumbuh lebih cepat.

Tanaman kangkung hasil budidaya AM 27 kini sudah berhasil dipanen dan hasilnya sudah laku terjual. Dengan ini, terbukti sudah bahwa menanam secara hidroponik memang mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Yang terpenting adalah kita harus rajin mengurus tanaman yang akan di budidayakan dengan mengecek kadar nutrisi serta tingkat keasaman dan kepekatannya.