Kangkung Hidroponik

Kangkung Hidroponik Sistem Wick

Kangkung Hidroponik

Kali ini penulis akan menanam kangkung dengan metode hidroponik sistem wick. Bahan utama hidroponik sistem wick, yaitu jerigen bekas ukuran 5 liter. Sebagai pengganti netpot digunakan gelas plastik untuk puding biasanya dijual seharga Rp 5000/50 pcs. Untuk menekan biaya media rockwool diganti dengan serabut kelapa. Karena bagian bawah plastik selalu menyentuh air, maka sumbu tidak perlukan lagi dalam rancangan ini.

Apa itu Hidroponik Sistem Wick

Hidroponik sistem wick merupakan sistem hidroponik pasif karena tidak menggunakan air yang bergerak. Dikenal juga dengan istilah Sub-Irigasi Pasif (SIP). Disebut sistem wick karena memerlukan wick (sumbu) sebelum akar tanaman dapat langsung menyentuh nutrisi . Sistem ini sangat sederhana dan murah. Bisa dibuat dari botol minum bekas (1,5 liter). Karena tanaman tetap membutuhkan oksigen, larutan tidak diisi penuh dalam wadah, melainkan diberi ruang kosong sekitar 5-7 cm.

Kelebihan dan kekurangan hidroponik sistem wick

Kelebihan sistem ini adalah sederhana dan murah, tentu ada beberapa kekurangan, seperti:

  • Karena sistem pasif, nutrisi mudah mengendap di dasar wadah sehingga dibutuhkan aerator untuk mengaduk nutrisi secara otomatis.
  • Umumnya pertumbuhan relatif lebih lambat dari sistem aktif seperti NFT.
  • Cara membuat hidroponik sistem wick sederhana

Alat dan bahan

  • jerigen (jeriken) bekas
  • gelas plastik
  • serabut kelapa
  • nutrisi mix A dan mix B kemasan 0,5 liter
  • hole saw
  • bor listrik
  • cutter/gunting
  • bibit kangkung darat
  • Langkah kerja

Tahap I: Pembuatan instalasi sistem wick

  • Cuci jerigen agar bekas-bekas zat kimia yang tertinggal hilang
  • Lubangi jerigen 5 liter dengan hole saw sebanyak 4 titik. Sesuaikan diameter lubang dengan ukuran gelas plastik.
  • Siapkan media dari serabut kelapa, serabut kelapa dicabik-cabik sampai mendapatkan serat yang agak halus.
  • Lubangi gelas plastik agar menyerupai netpot
  • Masukkan media ke dalam gelas plastik
  • isi jerigen dengan air sebanyak 2 liter atau setengah kapasitasnya.


Tahap II: Penyemaian bibit

  • Biji kangkung direndam selama kurang lebih 2 jam, buang bibit yang mengapung
  • Letakkan bibit kangkung dalam kapas basah atau kain basah sampai biji pecah (sprout). Biasanya proses ini memakan waktu 24-36 jam. Tergantung suhu ruangan dan kualitas biji, semakin hangat biasanya mudah biji kangkung sprout.
  • Seleksi biji yang sudah sprout (kualitas baik) dan pindahkan ke media serabut kelapa sekitar 4-5 biji/gelas platik. Usahakan tunas akar diletakkan menghadap ke bawah.
  • Posisikan jerigen di tempat yang memperoleh cahaya matahari maksimal.
  • Biji kangkung yang belum disemai sebaiknya ditutup rapat dan disimpan di kulkas.
  • Biji kangkung sproutBiji kangkung sprout, siap dipindah ke media

Tahap III: Pembesaran

  • Setelah 5 hari, saya mulai menambahkan nutrisi berupa campuran Mix A dan Mix B yang telah dilarutkan dengan perbandingan 1 : 1.
  • Setiap 5 hari sekali, dilakukan penambahan kepekatan nutrisi secara bertahap (asumsi semakin besar tanaman kebutuhan nutrisi semakin banyak).
  • Kuantitas larutan nutrisi dikontrol agar tidak kering ataupun berlebih. Jumlah larutan berlebih biasanya karena kemasukan air hujan. Solusinya sederhana tinggal membuka tutup jerigen sehingga kelebihan air akan keluar.

Cara melarutan Mix A dan Mix B

  • Siapkan 2 buah botol plastik 500 ml, jika tidak ada bisa pakai botol plastik tanggung, asal disi air 500 ml
  • Larutkan mix A dan mix B pada masing-masing botol.
  • Untuk membedakan, bisa ditambahkan pewarna (biasanya pewarna sudah termasuk dalam paket pembeliaan) atau ditulis dengan spidol
  • Simpan ditempat yang sejuk
  • Secara teori, untuk tumbuh maksimal tanaman kangkung yang ditanam secara hidroponik membutuhkan larutan nutrisi dengan kepekatan 1000-1400 ppm (diukur dengan TDS/EC Meter) dan Ph 5,5 -6,5 (diukur dengan ph meter). Prakteknya, karena tidak menggunakan kedua instrument tersebut, saya menggunakan sistem pendekatan dari defenisi ppm (point per million), yaitu 10 liter air : 50 ml mix A : 50 ml mix B untuk mendapatkan 1000 ppm.
Sistem sudah selesai
Kangkung umur 5 hari
Kangkung umur 9 hari, beberapa tanaman menguning
Kangkung umur 25 hari
Kangkung umur 28 hari siap panen

Kendala yang ditemui

Daun kangkung kuning
Kangkung pada umur 9 hari warna daunnya menguning, setelah di-check ternyata perakaran belum mencapai larutan nutrisi, ph larutan masih wajar (6,4) dan pencahayaan cukup. Dengan kata lain penyebab daun kangkung menguning karena kekurangan nutrisi. Solusinya, saya memberi treatment dengan menyiram media serabut kelapa dengan larutan nutrisi selama beberapa kali. Setelah 4 hari daun kangkung kembali hijau.

Pertumbuhan kangkung lambat
Pada periode yang sama dan bibit yang sama, saya juga menanam kangkung dengan sistem nft (pipa paralon), untuk mencapai tinggi yang sama dengan sistem wick, kangkung nft hanya membutuhkan waktu 28 hari.

Yang terakhir kangkung yang sudah diolah…..

Untuk wilayah Denpasar ada tiga tempat yang menyediakan perlengkapan hidroponik

Handoyo
Jalan Tangkuban Perahu, Perum Ratana Graha (Depan Apotik Kimia Farma) Blok CC No. 6 Padang Sambian, Denpasar Barat
WA 081999650808
Website: hidroponikbali.com

Steven Limantoro
Jl. Permata Gatsu no 11 (Barat jalan Kargo)
WA 087851451095

Mandarini
TK Led Design Hidroponik
Jalan Jaya Giri XXIVB/4 (areal parkir Gedung Bulu Tangkis Bina Pradnyan)
WA 081339945789

Sumber: ariastra.my.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *