Kilas Balik Latihan Dasar Angkatan X Sispala Bhuana Yasa

SENIOR

Senior Sispala pada masa itu secara umum dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu golongan pembantai, golongan antara setengah dewa, atau malaikat penolong.  Senior malaikat penolong adalah senior yang tenang, jarang marah, dan irit memberikan seri kepada calon anggota yang berbuat kesalahan. Ini adalah tipe senior idaman, target utama pelaporan kegiatan. Tingkat yang kedua adalah golongan antara, senior yang bisa tenang namun bisa juga keras dalam taraf yang wajar. Yang terakhir, adalah golongan pembantai. Butuh persiapan mental dan fisik bertemu senior-senior ini. Zaman itu adalah zaman ketika masih ringan kaki tangan, ketika kita berbuat kesalahan, tangan dan kaki senior golongan pembantai dapat melayang tiba- tiba, terkesan sangat ringan.

Senior yang memegang kegiatan/panitia adalah senior satu tingkat di atas kami. Senior dua tingkat di atas kami hanya jadi semacam pasukan penggembira (gembira di mereka merana di kami).

CAMP

Area camp terletak paling atas/selatan dari tempat Latdas. Camp dibagi menjadi dua, yaitu area camp panitia dan area camp peserta. Area camp panitia berada menyatu dengan area lapangan. Di area ini biasanya dibangun satu tenda komando, tenda dapur, dan tenda untuk tamu.

Area camp peserta berada tak jauh dari area camp panitia. Area camp berupa tegalan yang dibatasi oleh pagar tanaman. Lokasi tenda kelompokku berada di area paling selatan. Apabila hujan, tidaka kan ada genangan karena akan segera  mengalir ke tempat yang lebih rendah. Tenda yang kami dirikan adalah tenda terpal, didirikan dengan 2 tongkat pramuka dan beralaskan matras. Cukup sederhana dan hanya digunakan untuk beristirahat siang (masak dan makan siang) dan malam hari.

Pages: 1 2 3

2 tanggapan pada “Kilas Balik Latihan Dasar Angkatan X Sispala Bhuana Yasa”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *