Kilas Balik Latihan Dasar Angkatan X

Persiapan

Saat Latdas akan diselenggarakan, tinggal 17 siswa/CA tersisa. Panitia membagi kami menjadi 4 regu dan persiapan Latdas dilakukan secara kelompok. Aku lupa reguku nomor berapa saat itu, tapi reguku terdiri dari aku, Susanta, Sochib (Oche), dan Gek An. Persiapan dilakukan, mulai dari persiapan alat pribadi hingga persiapan alat kelompok. 


Selama persiapan, aku sedikit khawatir dengan ukuran ranselku yang hanya sekitar 35 liter. Ukuran tersebut tidak dapat memuat seluruh barang bawaan untuk Latdas. Matras harus ditaruh di luar ransel agar tidak mengurangi volume tas. Hal ini tentu bertentangan dengan arahan senior di mana dalam packing, seluruh barang harus berada di dalam ransel. Akhirnya, sesaat sebelum keberangkatan dan pemeriksaan barang, aku mulai pendekatan dengan senior yang masuk dalam kategori tidak terlalu kejam. Masalah ransel tersebut kuutarakan ke Taufik “Superboy” dan Puji Tuhan dimaklumi juga karena ranselnya kecil. 


Sebelum berangkat pun sudah ada drama, di mana Dewa “Abon”, salah satu CA, berencana untuk mundur dari Latdas karena tidak mendapat pinjaman ransel. Saat itu ransel masih cukup langka, jarang yang punya. 16 peserta CA sudah berkumpul di sekolah, kurang 1 peserta lagi. Setelah melakukan diskusi dengan panitia, beberapa CA bergegas menjemput Dewa ke rumahnya dengan membawa ransel dan mempersiapkan barang-barang cara keroyokan. Untung saja rumah Dewa masih satu komplek dengan sekolah. Akhirnya 17 siswa pun berangkat tanpa ada yang mundur.  Aku sudah lupa, darimana Dewa mendapat pinjaman tas, sepertinya dari salah satu senior kami.

LOKASI


Lokasi Latdas angkatan X berada di Pondok  Pemuda, Jimbaran, Kuta Selatan. Lokasi ini sudah digunakan beberapa kali oleh Sispala Bhuana Yasa.  Disebut pondok pemuda karena dahulu terdapat sebuah bangunan bale/pendopo yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat. Saat Latdas X dilaksanakan, pondok tersebut sudah berupa puing-puing. Kawasan Jimbaran, Kuta selatan lebih dikenal sebagai daerah Bukit karena sebagian besar wilayahnya berupa perbukitan kapur dengan geomorfologi Karts. Keseluruhan sungai yang ada di wilayah Bukit merupakan sungai Periodik yang hanya berair pada saat hujan dan hanya pada saat penghujan terjadi proses pengisian air tanah. Di area pondok pemuda terdapat muara sungai yang bermuara di Pantai Bene, namun sekarang lebih dikenal sebagai Pantai Mimpi Pondok Pemuda. Berhubung kegiatan kami dilakukan di bulan Februari, sungai tersebut memiliki aliran air yang cukup besar. Di tepi sungai terdapat tebing yang digunakan untuk latihan memanjat. Tebing dengan ketinggian mencapai 15-20 meter ini memiliki jenis batuan kapur atau limestone. Daerah bukit dikenal sebagai daerah yang panas. Hal itu kami buktikan ketika menginjakkan kaki pertama kali di Pondok Pemuda. saat itu, langit biru terbuka tanpa cela. Kami pun disuruh untuk berjalan jongkok oleh panitia menuju lapangan sambil membawa ransel. Sebuah ucapan selamat datang yang sangat berkesan. Butir-butir keringat sebesar jagung pun bercucuran. Sangat panas, hingga saking panasnya, muncul niatan untuk mundur dari Latdas jika cuaca seperti ini terus.

Kegiatan Latdas umumnya berada di tiga lokasi, yaitu lapangan atas, lapangan bawah, dan area pantai dan muara. Lapangan Atas biasa digunakan untuk kegiatan upacara, apel pagi dan olahraga. Lapangan bawah  sebenarnya hanya lahan yang tak seberapa luas di antara semak dan pepohonan serta terdapat pohon bekul di tengahnya. Di lapangan bawah ini dilakukan kegiatan survival, pruisik dan rayap. Area pantai dan sungai biasa digunakan untuk kegiatan olahraga sore dan panjat tebing. Jarak area camp hingga pantai sekitar 350 m dan  jarak elevasi titik terbawah dan tertinggi sekitar 40 meter. Kondisi saat itu masih sepi, belum terbangun villa atau dermaga/deck pada area pantai. Panitia pun sudah mewanti-wanti agar jangan aneh -aneh karena kawasan ini termasuk angker.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *